Ubi Yakon: Pangan Tradisional Andes dengan Potensi Besar untuk Kesehatan Modern

Ubi yakon, dengan nama ilmiah Smallanthus sonchifolius merupakan tanaman umbi yang berasal dari kawasan pegunungan Andes di Amerika Selatan.

Ubi yakon, dengan nama ilmiah Smallanthus sonchifolius merupakan tanaman umbi yang berasal dari kawasan  pegunungan Andes di Amerika Selatan. Tanaman ini telah dibudidayakan sejak ratusan tahun lalu oleh Masyarakat local di Peru dan Bolivia, terutama sebagai sumber pangan segar yang dikonsumsi langsung. Berbeda dengan umbi pada umumnya, yakon memiliki rasa manis seperti buah dan kandungan air yang tinggi, sehingga sering dimakan sebagai cemilan alami di ladang.

Selama berada-abad, yakon hanya dikenal secara local. Namun sejak tahun 1980-an, tanaman ini mulai diperkenalkan ke Jepang, lalu menyebar ke berbagai negara lain. Ketertarikan global terhadap yakon meningkat setelah ditemukan bahwa umbi ini mengandung fructooligosaccharides (FOS) dalam jumlah tinggi yaitu sekitar 40-70% dari total karbohidrat (berat kering). FOS adalah jenis karbohidrat yang unik karena tidak dicerna di usus halus, tetapi diserap di usus besar sebagai prebiotik (makanan bagi bakteri baik di usus) dan tentunya tidak menyebabkan lonjakan gula darah.

kenapa yakon Istimewa?

Salah satu keunggulan utama yakon adalah indek glikemik (GI) yang sangat rendah. Indek glikemik (GI) adalah ukuran seberapa cepat makanan yang mengandung karbohidrat meningkatkan kadar gula darah. Pada umumnya GI dibagi menjadi 3, diantaranya:

1.      GI rendah (<55), artinya gula darah naik perlahan

2.      GI sedang (56 – 69), artinya kenaikan gula darah sedang

3.      GI tinggi (>70), artinya gula darah naik cepat

Kenapa GI yakon rendah?

Ubi yakon memiliki nilai GI sekitar 1 – 40 (tergantung bentuk konsumsi dan pengolahan), tergolong sangat rendah. Hal ini karena kandungan utamanya FOS, bukan glukosa atau pati. FOS tidak langsung diubah menjadi gula dalam darah sehingga tidak menyebabkan lonjakan insulin yang drastic dan tentunya kenaikan gula darah menjadi lebih stabil.

Kenapa ini penting?

Makanan dengan GI rendah seperti yakon bermanfaat untuk menjaga energi tetap stabil, meningkatkan rasa kenyang lebih lama dan mendukung Kesehatan metabolic. Sebaliknya, konsumsi makanan dengan GI tinggi secara berlebihan dapat meningkatkan Risiko seperti diabetes mellitus tipe 2 dan resisten insulin.

Manfaat ubi yakon untuk kesehatan

Berdasarkan kandungan nutrisinya, yakon memiliki beberapa potensi manfaat:

1.      Menyehatkan pencernaan

FOS yang terkandung dalam yakon dijadikan makanan oleh bakteri baik seperti Bifidobacteria dan Lactobacillus di usus. Efek sampingnya system pencernaan menjadi lebih sehat dan fungsi usus menjadi optimal.

2.      Membantu mengontrol gula darah

Beberapa peneliti menunjukan bahwa konsumsi ubi yakon dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang penting untuk mencegah atau mengelola diabetes mellitus tipe 2. Maka dari itu, yakon sering dianggap sebagai alternatif sumber karbohidrat yang lebih aman untuk penderita diabetes, orang dengan prediabetes dan diet rendah gula.

3.      Mendukung manajemen berat badan

Yakon memiliki kombinasi unik untuk mendukung penurunan atau pengolahan berat badan karena rendah kalori, tinggi serat dan bisa memberikan efek kenyang lebih lama.

4.      Potensi menjaga Kesehatan jantung

Kesehatan jantung sangat berkaitan dengan metabolisme lemak dan gula dalam tubuh. FOS dalam yakon berkontribusi secara tidak langsung melalui beberapa mekanisme:

a.      Menurunkan kadar trigliserida dalam darah

b.      Membantu mengontrol kolestrol jahat

c.       Meningkatkan metabolisme lipid melalui aktivitas microbiota usus

Saat ini, yakon tidak hanya dikonsumsi sebagai umbi segar tetapi bisa juga diolah menjadi sirup yakon (pemanis alami rendah GI), bubuk suplemen dan bahan makanan fungsional. Produk ini banyak dikembangkan di Jepang, Eropa dan Amerika sebagai alternatif gula yang lebih sehat.


Artikel
BAGIKAN :
Tulis Komentar
LINK TERKAIT