Kopi dicuci tapi ko ada fermentasi? Ini yang sebenarnya terjadi di washed method

Nah, setelah kamu tau kenapa kopi single-origin bisa mahal dan terasa special, ada satu proses penting yaitu fermentasi

Nah, setelah kamu tau kenapa kopi single-origin bisa mahal dan terasa special, ada satu proses penting yaitu fermentasi. Kata ini terdengar teknis tapi di sinilah karakter kopi mulai dibentuk.

Kalau kamu sering baca deskripsi kopi specialty, pasti pernah nemu kalimat kayak: “Washed process, fermented for 24 hours”. Terus mikir, “Lah, kopi difermentasi? Emang ga jadi asem? Atau kopinya ditaburi ragi kayak bikin tape?”. Tenang. Di dunia kopi, fermentasi itu engga seaneh itu. Justru proses ini salah satu alasan kenapa kopi washed – kayak kopi Kenya – rasanya bersih, cerah dan kelihatan “niat”.

 

Semua berawal dari lendir kopi

 

Setelah kopi dipanen dan kulit luarnya dikupas, biji kopi itu belum benar-benar bersih. Masih ada lapisan lendir licin yang nempel. Lendir ini manis karena mengandung gula alami dari buah kopi. Masalahnya, lendir ini tidak bisa langsung hilang cuma dengan air. Kalau dipaksa dicuci tanpa proses apa-apa, hasilnya bisa membuat rasa kopi flat atau malah aftertaste yang aneh. Makanya, sebelum dicuci, biji kopi perlu “dibantu” dulu.

 

 

 

Di sini fermentasi masuk

 

Fermentasi di washed method itu sebenarnya proses mendiamkan biji kopi sementara supaya mikroorganisme alami bisa bekerja. Mikroorganisme ini termasuk: bakteri dan ragi alami (yeast). Dan ini penting banget buat diluruskan: ragi ini bukan ditaburin, tapi ini merupakan ragi yang sudah ada secara alami di kulit kopi, air dan lingkungan sekitarnya. Jadi bukan kayak bikin tape atau roti. Kopinya cukup dimasukan ke tangki fermentasi, lalu alam yang kerja sendiri.

 

Fermentasinya ngapain sih?

 

Simplenya, mikroorganisme makan gula di lendir, sehingga lendir jadi mudah terurai dan biji kopi gampang untuk dibersihkan. Proses ini biasanya berlangsung 12-96 jam, tergantung cuaca, ketinggian kebun, dan karakter rasa yang diinginkan petani. Setelah lendirnya rontok, biji kopi dicuci bersih, lalu dikeringkan.

 

Jadi, fermentasi bikin kopi asem?

 

Ini salah kaprah yang paling sering muncul. Fermentasi di washed method itu bukan buat bikin kopi asam atau funky. Justru tujuannya bikin rasa kopi jadi clean, bright dan jelas. Makanya kopi washed sering punya karakter yang bright acidity tapi enak, flavournya jelas (citrus, floral, berry), dan aftertaste bersih. Kalau kamu pernah minum kopi Kenya yang rasanya bright dan clean, itu bukan kebetulan. Itu hasil dari fermentasi yang terkontrol, bukan yang berlebihan.

 

Tapi kok ada yang jual ragi kopi?

 

Nah, ini penting biar ngga salah paham. Memang benar, sekarang ada ragi khusus untuk kopi yang dijual. Tapi ragi ini bukan untuk washed method standar. Ragi tambahan biasanya dipakai di kopi eksperimental. Tujuannya bukan sekedar membersihkan lendir tapi mendesain rasa tertentu – misalnya floral yang lebih kuat, tropical atau winey. Sementara washed method konvensional tetap mengandalkan mikroorganisme alami dan fokus pada kebersihan rasa.

 

Ditulis oleh Mia Erlaya Susanti


Artikel
BAGIKAN :
Tulis Komentar
LINK TERKAIT