Kolestrol: Musuh Atau Kebutuhan Tubuh?

Kolestrol sering dianggap sebagai penyebab utama penyakit jantung sehingga banyak orang berusaha menghindarinya sepenuhnya.

Kolestrol sering dianggap sebagai penyebab utama penyakit jantung sehingga banyak orang berusaha menghindarinya sepenuhnya. Namun, secara ilmiah, kolestrol adalah zat esensial yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi vital. Yang menjadi masalah bukan keberadaan kolestrol, melainkan kadar yang tidak seimbang dalam tubuh.

 

Apa itu kolestrol?

 

Kolestrol adalah senyawa lemak yang diproduksi terutama oleh hati. Menurut National Institutes of Health, sekitar 70-80% kolestrol dalam tubuh diproduksi secara alami, sementara sisanya berasal dari makanan. Itu artinya, bahkan tanpa konsumsi makanan berkolestrol tinggi, tubuh tetap akan menghasilkan kolestrol karena memang dibutuhkan.

 

Fungsi vital kolestrol dalam tubuh

 

1.      Struktur sel

Kolestrol adalah komponen utama dalam membran sel bersama fosfolipid. Tanpa kolestrol, membran sel akan menjadi rapuh atau terlalu kaku sehingga fungsi sel terganggu.

2.      Pembentuk vitamin D

Kolestrol mempunyai senyawa turunan yaitu 7-dehydrocholestrol, berperan sebagai bahan awal dalam pembentukan vitamin D saat kulit terpapar sinar UVB. Ini menunjukan bahwa kolestrol tidak hanya berperan dalam metabolisme lemak tapi juga dalam Kesehatan tulang dan system imun.

3.      Produksi hormon

Kolestrol merupakan prekursor utama hormon steroid, yaitu hormon yang diproduksi dari struktur lemak. Contohnya estrogen dan progesterone untuk mengatur system reproduksi wanita, testosterone berperan dalam perkembangan otot dan fungsi reproduksi pria, kortisol untuk mengatur respon stress dan metabolisme. Semua hormon ini berasal dari satu jalur dasar yaitu kolesterol -> pregnenolone -> hormon steroid lain. Itu artinya tanpa kolestrol tubuh tidak bisa memproduksi hormon-hormon penting yang mengatur siklus mentruasi, metabolis energi dan respon terhadap stress.

4.      Produksi asam empedu

Kolestrol juga digunakan di hati untuk membentuk asam empedu, yang kemudian disimpan di kantong empedu. Fungsinya untuk mengemulsikan lemak (memecahkan lemak menjadi partikel kecil), membantu enzim mencerna lemak lebih efisien, memungkinkan penyerapan vitamin larut lemak (A,D,E,K). tanpa asam empedu, lemak sulit dicerna sehingga bisa menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi dan masalah pencernaan.

 

 

Data: kolestrol dan Risiko Penyakitnya

 

Menurut World Health Organization (WHO) sekitar 17,9 juta orang meninggal setiap tahun akibat penyakit kardiovaskular (jantung koroner, hipertensi, stroke dan serangan jantung), angka ini setara dengan +-32% dari seluruh kematian global, salah satu factor Risiko utamanya adalah hiperkolestrolemia (kadar kolestrol tinggi). Sedangkan di Indonesia menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 sekitar 39,5% penduduk Indonesia memiliki kolestrol tinggi yang mana penyakit ini di dominasi oleh usia produktif. Menariknya data tersebut hampir identik dengan rata-rata data global, dimana +-39% populasi dunia memiliki kadar kolestrol total yang tinggi. Hal ini menunjukan bahwa Indonesia berada pada tingkat Risiko yang sebanding dengan tren Kesehatan dunia.

 

 

 

LDL dan HDL

 

Kolestrol tidak berenang bebas di darah, melainkan ia dibawa oleh partikel bernama lipoprotein, dan ada dua kolestrol yaitu kolestrol jahat (LDL -> Low-Density Lipoprotein) dan kolestrol baik (HDL -> High-Destiny Lipoprotein). LDL disebut “jahat” karena jika kadarnya tinggi di dalam tubuh, maka kolestrol dapat menumpuk di dinding pembulu darah, lalu membentuk plak dan menyempitkan aliran darah. Jika plak ini pecah, bisa memicu serangan jantung dan stroke. Sementara HDL berfungsi sebaliknya, kolestrol ini mengambil kelebihan kolestrol “jahat” dari darah, kemudian membawanya kembali ke hati untuk diproses dan dibuang, karena itu HDL sering disebut protektif terhadap penyakit jantung. Menurut American Heart Association LDL tinggi dapat meningkatkan Risiko penyakit jantung secara langsung, sedangkan DHL tinggi dapat membantu menurunkan Risiko tersebut.

 

Fakta penting: kolestrol tidak selalu buruk

 

Banyak orang berpikir bahwa kolestrol harus dihilangkan, padahal itu tidak tepat. Tubuh justru membutuhkan kolestrol untuk membentuk hormon, menjaga struktur sel dan memproduksi vitamin D. Jika kolestrol terlalu rendah, itu bisa menyebabkan gangguan produksi hormon, penurunan fungsi sel dan gangguan metabolisme. Maka dari itu, menjaga keseimbangan kolestrol di dalam tubuh itu penting.


Artikel
BAGIKAN :
Tulis Komentar
LINK TERKAIT