Dulu, cuci darah identik dengan orang lanjut usia. Tapi sekarang, pemandangan itu mulai berubah. Di ruang hemodialisis rumah sakit, tidak sedikit pasien yang masih berusia 20-40 tahun.
Dulu, cuci darah identik dengan orang lanjut usia. Tapi sekarang, pemandangan itu mulai berubah. Di ruang hemodialisis rumah sakit, tidak sedikit pasien yang masih berusia 20-40 tahun. Mereka datang bukan karena sakit mendadak, melainkan akibat kerusakan ginjal yang terjadi pelan-pelan dan sering kali tanpa disadari. Ketika ginjal menyerah lebih dulu dari usia, masalahnya bukan hanya soal penyakit tapi juga tentang kebiasaan sehari-hari, pola makan dan minimnya kesadaran untuk menjaga Kesehatan sejak muda.
Ginjal itu bekerja diam-diam
Ginjal adalah organ penyaring racun dalam tubuh. Setiap hari, ginjal bekerja menyaring darah, mengatur cairan dan menjaga tekanan darah tetap stabil. Masalahnya, kerusakan ginjal jarang menimbulkan rasa sakit di awal. Banyak orang merasa tubuhnya baik-baik saja, padahal fungsi ginjalnya sudah menurun jauh. Ketika gejala mulai terasa, seperti bengkak, mual atau tubuh sangat lemas – kerusakan biasanya sudah cukup parah. Di tahap inilah cuci darah sering menjadi pilihan terakhir.
Masalah ini terjadi di seluruh dunia
Data Kesehatan global terbaru menunjukan bahwa sekitar 788 juta orang di dunia hidup dengan penyakit ginjal kronis. Jumlah ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Penyakit ginjal kini termasuk 10 penyebab kematian terbesar di dunia, dengan lebih dari 1 juta kematian setiap tahun. Artinya gagal ginjal bukan penyakit langka dan bukan hanya masalah orang tua. Ini adalah masalah Kesehatan global yang semakin serius.
Bagaimana dengan di Indonesia?
Di Indonesia, data Kesehatan nasional menunjukkan bahwa jumlah penderita penyakit ginjal kronis terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah pasien yang harus menjalani cuci darah juga bertambah setiap tahun. Walaupun angkanya terlalu kecil dalam persentase, jumlah penderitanya tetap ratusan ribu orang dan sebagian di antaranya berada di usia produktif.
Kenapa anak muda bisa kena?
Ada beberapa penyebab utama yang sering terjadi:
1. Diabetes dan darah tinggi datang lebih awal
Konsumsi gula berlebih, makan tinggi garam, kurang Gerak dan stress membuat diabetes serta tekanan darah tinggi muncul di usia muda. Dua penyakit inilah penyebab utama kerusakan ginjal.
2. Pola makan instan
Minuman manis kemasan, mie instan, makanan cepat saji, dan gorengan secara berlebihan membuat ginjal bekerja lebih keras setiap hari.
3. Obat dan herbal sembarangan
Obat nyeri yang sering diminum, jamu tanpa pengawasan dan suplemen berlebihan bisa merusak ginjal jika digunakan jangka Panjang.
4. Kurang minum dan kurang istirahat
Kurang air putih dan sering begadang membuat ginjal kekurangan cairan dan bekerja dalam kondisi tidak ideal.
Banyak yang baru sadar saat sudah terlambat
Masih banyak orang berpikir “saya masih muda, belum perlu cek kesehatan”. Padahal pemeriksaan sederhana seperti tekanan darah, gula darah dan fungsi ginjal bisa mendeteksi masalah sejak awal. Sayangnya, banyak pasien baru datang ke fasilitas Kesehatan saat kondisinya sudah berat. Di titik ini, pencegahan sudah terlambat dilakukan.
Kabar baiknya banyak yang bisa dicegah
Gagal ginjal bukan takdir. Banyak kasus bisa dicegah dengan Langkah sederhana:
Tambahan:
Risiko kerusakan ginjal lebih sering dikaitkan dengan jamu oplosan, yaitu produk herbal yang campur obat kimia tanpa informasi yang jelas. Jamu tradisional berbahan alami dan dikonsumsi dalam takaran wajar relative aman bagi ginjal yang sehat.