Jamu Oplosan: Ketika Label “Herbal” Menjadi Kedok Berbahaya

Di tengah tren kembali ke pengobatan alami, jamu dan obat herbal semakin digemari

Di tengah tren kembali ke pengobatan alami, jamu dan obat herbal semakin digemari. Banyak orang percaya bahwa produk tersebut terbuat dari tumbuhan sehingga aman untuk dikonsumsi. Namun kenyataannya tidak selalu demikian. Di balik label “herbal”, sebagian produk ternyata dicampur bahan kimia obat yang justru bisa membahayakan Kesehatan. Fenomena inilah dikenal sebagai jamu oplosan.

 

Apa itu jamu oplosan?

 

Jamu oplosan adalah produk yang diklaim sebagai jamu atau obat herbal tetapi dicampur dengan bahan kimia obat (BKO) seperti parasetamol, steroid, obat kuat (sildenafil) atau obat anti-nyeri lainnya tanpa dicantumkan di label. Tujuannya sederhana yaitu membuat efek instan (terasa cepat dan manjur). Masalahnya, konsumen tidak tahu bahwa mereka sebenarnya sedang mengonsumsi obat keras tanpa pengawasan dokter. Efek instan inilah yang sering membuat orang ketagihan.

 

Data terbaru BPOM

 

Masalah jamu oplosan bukan isu lama yang sudah selesai. Sepanjang tahun 2025, BPOM menguji 11.654 produk obat bahan alam dan suplemen kesehatan. Hasilnya, 206 produk terbukti mengandung bahan kimia obat illegal. Dalam periode November-Desember 2025 saja, dari 2.923 sampel yang diuji, ditemukan 41 produk mengandung BKO dan berstatus illegal. Bahan yang ditemukan antara lain:

1.      Parasetamol

2.      Deksametasol (steroid)

3.      Diklofenak

4.      Sildenafil dan tadalafil (obat kuat)

5.      Sibutramine

6.      Bisakodil

Beberapa produk bahkan menggunakan nomor izin edar palsu. Artinya masih ada produk di pasaran yang dijual sebagai herbal alami tetapi sebenarnya mengandung obat sintetis yang seharusnya hanya boleh dikonsumsi dengan resep dan pengawasan medis.

 

Kenapa bisa berbahaya?

 

Jika dikonsumsi terus menerus tanpa pengawasan, bahan kimia obat dalam jamu oplosan bisa menyebabkan:

1.      Kerusakan ginjal

2.      Gangguan hati

3.      Gangguan lambung

4.      Ketergantungan

5.      Gangguan hormon (terutama akibat steroid)

Steroid misalnya bisa membuat badan terasa segar dan nyeri hilang cepat. Tapi pengguanaan jangka panjang bisa menekan sistem imun and merusak organ. Obat anti nyeri seperti diklofenak jika dikonsumsi terus menerus juga bisa meningkatkan resiko gangguan ginjal. Masalahnya konsumen tidak sadar bahwa efek manjur yang dirasakan berasal dari obat kimia, bukan dari tanaman herbal itu sendiri.

 

Apakah semua jamu berbahaya?

 

Jawabannya: tidak. Ramuan tradisional seperti jahe, kunyit, temulawak, meniran dan lain-lain yang dibuat sendiri atau berasal dari produsen terpercaya umumnya aman jika dikonsumsi dalam batas wajar. Yang berbahaya adalah:

1.      Produk tanpa izin edar BPOM

2.      Produk dengan klaim terlalu bombastis “langsung sembuh total”, “efek 30 menit”

3.      Produk yang efeknya terlalu cepat dan terlalu kuat

Herbal yang asli biasanya bekerja bertahap bukan instan.

 

Bagaimana cara aman mengonsumsi herbal?

 

1.      Pastikan ada nomor izin edar BPOM yang valid.

2.      Jangan tergiur klaim instan.

3.      Hindari produk yang dijual bebas tanpa informasi jelas produsen.

Jika memiliki penyakit kronis (diabetes, hipertensi, gangguan ginjal), konsultasikan dulu dengan tenaga medis.


Artikel
BAGIKAN :
Tulis Komentar
LINK TERKAIT