Sebelum menjadi bahan toner dan serum kulit popular, Centella asiatica atau dikenal sebagai Cica – sudah lama dikenal masyarakat Sunda sebagai tanaman yang bermanfaat
Sebelum menjadi bahan toner dan serum kulit popular, Centella asiatica atau dikenal sebagai Cica – sudah lama dikenal masyarakat Sunda sebagai tanaman yang bermanfaat. Di sana, tanaman ini dikenal sebagai antanan (pegagan), biasanya dimakan mentah sebagai lalapan yang dicocolkan ke sambal atau menjadi teman nasi dan lauk sederhana. Orang sunda percaya daun ini membantu menjaga tubuh tetap segar dan sehat, pengalaman yang diwariskan turun-temurun.
Ternyata, apa yang dirasakan masyarakat tradisional ini juga menarik perhatian dunia medis. Beberapa penelitian yang dicatat di PubMed menunjukan bahwa Centella asiatica mengandung senyawa aktif seperti asiaticoside, madecassoside dan Asiatic acid, yang terbukti memiliki efek anti-inflamasi, antioksidan serta mendukung regenerasi kulit. Studi-studi ini melaporkan bahwa asiaticoside mempercepat penyembuhan luka dan meningkatkan produksi kolagen, sehingga kulit lebih cepat pulih dari iritasi atau cedera ringan.
Makanya, klaim “menenangkan kulit” pada produk skincare yang mengandung cica bukan sekedar jargon marketing. Ada dasar ilmiah yang jelas, menjadikan tanaman ini pilihan ideal untuk kulit sensitive atau kulit yang sedang pemulihan setelah jerawat atau perawatan dermatologis lainnya.
Dari meja makanan masyarakat sunda sampai laboratorium modern, Centella asiatica membuktikan bahwa manfaat alam sering hadir jauh sebelum adanya nama ilmiah atau formulasi modern. Kini, Ketika kamu menggunakan produk cica, kamu sebenarnya sedang menikmati manfaat yang sama seperti yang sudah dirasakan orang sunda sejak lama – dari tubuh hingga kulit.
Kesimpulan
Centella asiatica bukan sekedar tren skincare. Ia adalah tanaman sederhana dengan sejarah panjang yang dari dulu sampai sekarang dipercaya mendukung kesehatan tubuh dan kulit. Dari lalapan tradisional ke serum kulit premium, manfaatnya tetap sama: menenangkan, menyembuhkan, dan mendukung pemulihan. Dengan bukti ilmiah yang tercatat di PubMed, cica membuktikan bahwa alam sering kali lebih dulu mengetahui apa yang dibutuhkan tubuh kita.
Ditulis oleh Mia Erlaya Susanti