Banyak orang menganggap bahwa semakin banyak berkeringat saat berolahraga, semakin banyak pula lemak yang terbakar.
Banyak orang menganggap bahwa semakin banyak berkeringat saat berolahraga, semakin banyak pula lemak yang terbakar. Tidak heran jika muncul berbagai metode yang sengaja membuat tubuh berkeringat lebih banyak, seperti olahraga di bawah Terik sinar matahari, dan berlama-lama di sauna. Namun, apakah anggapan itu benar?
Apa itu keringat?
Keringat adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar keringat untuk mengatur suhu tubuh. Saat suhu tubuh meningkat dikarenakan aktivitas fisik dan cuaca panas, hal tersebut bisa mengeluarkan keringat. Ketika keringat menguap dari permukaan kulit, panas tubuh ikut terbuang sehingga suhu tubuh tetap stabil. Sebagian besar keringat terdiri dari air, disertai jumlah kecil mineral seperti natrium, kalium dan klorida. Dengan kata lain, fungsi utama keringat bukan untuk membuang lemak, melainkan untuk menjaga suhu tubuh supaya tidak terlalu panas.
Mengapa kita berkeringat saat berolahraga?
Ketika berolahraga, otot bekerja lebih keras dan menghasilkan panas. Untuk mencegah tubuh mengalami overheating, otak mengirim sinyal kepada kelenjar keringat agar memproduksi lebih banyak keringat. Semakin tinggi intensitas olahraga atau semakin panas lingkungan sekitar, biasanya semakin banyak keringat yang dihasilkan. Namun, jumlah keringat yang keluar tidak selalu mencerminkan jumlah kalori atau lemak yang terbakar. Sebagai contoh, seseorang dapat berkeringat deras saat berlari selama 30 menit. Namun, orang lain juga bisa berkeringat deras hanya karena berada di ruangan yang sangat panas. Jumlah keringat yang keluar mungkin mirip, tapi pembakaran energinya sangat berbeda.
Apakah keringat sama dengan lemak yang hilang?
Jawabannya adalah tidak. Keringat dan pembakaran lemak merupakan dua proses yang berbeda. Lemak disimpan dalam tubuh sebagai Cadangan energi. Ketika tubuh membutuhkan energi tambahan, misalnya saat berolahraga atau ketika asupan kalori lebih rendah daripada kebutuhan harian, Cadangan lemak akan dipecah melalui proses metabolisme. Menariknya, sebagian besar lemak yang terbakar tidak keluar melalui kulit. Hasil akhir pembakaran lemak berupa karbon diaoksida yang dikeluarkan melaui pernapasan, air yang kemudian dapat keluar melalui urine, keringat, dan cairan tubuh lainnya. Itu artinya, lemak tidak berubah menjadi keringat. Keringat hanyalah mekanisme pendinginan tubuh, bukan jalur utama pembungan lemak.
Mengapa berat badan turun setelah banyak berkeringat?
Banyak orang merasa berhasil menurunkan lemak setelah melihat berat badan turun 1 atau 2 kilogram usai olahraga berat atau sauna. Padahal, penurunan berat badan tersebut sebagian besar berasal dari hilangnya cairan tubuh. Setelah tubuh kembali mendapatkan asupan air yang cukup, berat badan biasanya akan naik lagi mendekati angka sebelumnya. Karena itu, berat badan sesaat setelah berkeringat banyak tidak bisa dijadikan bukti bahwa lemak tubuh telah berkurang secara signifikan.
Jadi, bagaimana menilai pembakaran lemak?
Jika tujuanmu mengurangi lemak tubuh, indicator yang lebih penting antara lain:
Perubahan-perubahan tersebut memberikan Gambaran yang jauh lebih akurat dibandingkan hanya melihat seberapa basah pakaian setelah berolahraga.